Seringkali kita terjebak dalam pikiran kita sendiri. Ketakutan, seringkali menyelimuti kitabterlebih dahulu sebelum kita mencoba memulai sesuatu.
Perubahan pasti akan terjadi pada setiap manusia dimukabumi ini. Bahkan, ideologi pun bisa berubah.
Berbagai aliran filsafat saja selalu berubah (sejauh ini saya membaca). Namun, terkadang ketakutan lebih dulu menyelimuti kita akan perubahan tersebut.
Perubahan yang gue maksud adalah perubahan yang pada akhirnya ngebuat lo menjadi berbeda dari yang biasanya. Gue termasuk orang yang suka dengan perubahan. At least gue merasa selalu punya harapan baru dan pengalaman baru. Perubahan baik itu menuju ke arah yang baik atau yang bukan hakekatnya hanyalah sebuah pelajaran diri.
Tapi, seringkali kita terjebak sama kenyataan khayal. Kemungkinan itu selalu ada, tapi seringkali kita sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan sebelum menyentuh substansial dari sebuah perubahan.
Dan gue semakin menjadi orang yang membosankan dan berbelit belit. Tapi ini adalah perubahan.
Perubahan. Jujur sekarang gue agak sedikit lelah dengan perubahan perubahan yang terjadi di hidup gue.. gue merasa duia terus berubah, gue juga mengikuti perputaran perubahan itu. Tapi lagi lagi kemungkinan-kemungkinan membuat gue berfikir lain. Akhirnya stagnanisasi menghegemoni gue.
Gue sadar, gue jalan, gue lari, gue menjalani ritme hidup gue. tapi ternyata hasilnya disitu situ aja.
Gue juga sadar si tapi, perubahan tidak membawa hasil yang cepat. semua membutuhkan proses dialektika yang panjang. Kalo kata kawan kawan gue. Untuk mendapatkan sintesa yang kuat, kadang thesis lo harus lo benturkan dengan antithesis. Thesis disini adalah semua impian impian. Dan Antithesisnya adalah keadaan.
Lagi lagi gue menyalahkan keadaan diatas semua keruwetan gue minggu minggu ini. Keadaan memang kadang gak banyak berpihak apada kita men..
Harusnya kita bisa mengendalika keadaan kita sendiri. disaat lo gak mampu berjalan diatas kaki lo sendiri, disaat lo merasa perjalanan lo, ditengah perubahan ini lo ngerasa jadi robot. ITU NAMANYA TERALIENASI.
Can you imagine? TERALIENASI DIRI SENDIRI.
Sebuah ke absurdtan yang tak terjawab.
Lagi lagi gue tenggelam di pikaran-pikiran gue.. gue bicara possisioning. tapi gue gamang dalam langkah gue.
dan akhirnya (bukan putus asa) tapi, merasa tidak berguna. itu sangat menghambat.
Gue harus segera bangun dan sadar akan realitas realitas ini.
Para tokoh hebat itu mati ditengah kemelut teorinya sendiri. dan gue tidak mau hal itu terjadi di diri gue.
Sekian.
Perubahan pasti akan terjadi pada setiap manusia dimukabumi ini. Bahkan, ideologi pun bisa berubah.
Berbagai aliran filsafat saja selalu berubah (sejauh ini saya membaca). Namun, terkadang ketakutan lebih dulu menyelimuti kita akan perubahan tersebut.
Perubahan yang gue maksud adalah perubahan yang pada akhirnya ngebuat lo menjadi berbeda dari yang biasanya. Gue termasuk orang yang suka dengan perubahan. At least gue merasa selalu punya harapan baru dan pengalaman baru. Perubahan baik itu menuju ke arah yang baik atau yang bukan hakekatnya hanyalah sebuah pelajaran diri.
Tapi, seringkali kita terjebak sama kenyataan khayal. Kemungkinan itu selalu ada, tapi seringkali kita sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan sebelum menyentuh substansial dari sebuah perubahan.
Dan gue semakin menjadi orang yang membosankan dan berbelit belit. Tapi ini adalah perubahan.
Perubahan. Jujur sekarang gue agak sedikit lelah dengan perubahan perubahan yang terjadi di hidup gue.. gue merasa duia terus berubah, gue juga mengikuti perputaran perubahan itu. Tapi lagi lagi kemungkinan-kemungkinan membuat gue berfikir lain. Akhirnya stagnanisasi menghegemoni gue.
Gue sadar, gue jalan, gue lari, gue menjalani ritme hidup gue. tapi ternyata hasilnya disitu situ aja.
Gue juga sadar si tapi, perubahan tidak membawa hasil yang cepat. semua membutuhkan proses dialektika yang panjang. Kalo kata kawan kawan gue. Untuk mendapatkan sintesa yang kuat, kadang thesis lo harus lo benturkan dengan antithesis. Thesis disini adalah semua impian impian. Dan Antithesisnya adalah keadaan.
Lagi lagi gue menyalahkan keadaan diatas semua keruwetan gue minggu minggu ini. Keadaan memang kadang gak banyak berpihak apada kita men..
Harusnya kita bisa mengendalika keadaan kita sendiri. disaat lo gak mampu berjalan diatas kaki lo sendiri, disaat lo merasa perjalanan lo, ditengah perubahan ini lo ngerasa jadi robot. ITU NAMANYA TERALIENASI.
Can you imagine? TERALIENASI DIRI SENDIRI.
Sebuah ke absurdtan yang tak terjawab.
Lagi lagi gue tenggelam di pikaran-pikiran gue.. gue bicara possisioning. tapi gue gamang dalam langkah gue.
dan akhirnya (bukan putus asa) tapi, merasa tidak berguna. itu sangat menghambat.
Gue harus segera bangun dan sadar akan realitas realitas ini.
Para tokoh hebat itu mati ditengah kemelut teorinya sendiri. dan gue tidak mau hal itu terjadi di diri gue.
Sekian.


0 komentar:
Posting Komentar