Senin, 19 Maret 2012

BBM Naik, Masyarakat Menjerit


Berbagai masalah muncul seiring dengan rencana pemerintah yang akan menaikan harga BBM. Hal ini tertuang di RAPBN-P 2012, Belum lagi undang undang tersebut disahkan penimbunan BBM sudah mulai terjadi yang mengakibatkan BBM kian langka di Indonesia, Di beberapa daerah bahkan memberlakukan Surat keterangan izin pembelian BBM, seperti di klaten. Masyarakat harus rela mengantri hanya untuk mendapatkan surat izin pembelian BBM yang membatasi pembelian maksimal 30 liter per hari.
Rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM sebenarnya sudah akan diberlakukan dari tahun lalu, namun masih bias ditekan dengan adanya BBM bersubsidi, namun, ternyata, pengelolaan BBM bersubsidi ini pun tidak berjalan secara efektif. Malahan BBM bersubsidi banyak dikonsumsi oleh kalangan menengah ke atas.
Pemerintah seakan gamang dalam melangkah menentukan kebijakan yangb terbaik untuk Negara. Padahal Indonesia adalah Negara yang memiliki sumber daya alam khususnya minyak bumi yang banyak. Sayangnya sekitar 82% minyak bumi tersebut dikuasai oleh perusahaan asing. Harga minyak dunia yang menjulang tinggi ini disebabkan oleh pasokan minyak dari Iran ke UNI Eropa dihentikan, ini membuka peluang para perusahaan asing menaikan harga BBM, sehingga untuk mengimbangi kenaikan harga BBM ini, pemerintah harus menaikan harga BBM dari 4500 ke harga 6000 rupiah per liter. Namun, langkah ini pun masih mangkrak di meja DPR.
Pemerintah  juga merencanakan akan mengadakan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) selama 9 bulan yang menghabiskan dana sekitar 25 triliun. Untuk mengimbangi naiknya harga BBM yang sulit dijangkau oleh kalangan menengah kebawah. Hal ini juga menjadi kekhawatiran bagi masyarakat. Karena, ditakutkan distribusi juga mengalami ketersendatan dan penyelewengan seperti kasus BLT beberapa tahun lalu.
Baik pemerintah maupun masyarakat tetap harus menelan pil pahit sebab kenaikan harga BBM ini. Sehingga solusi yang harus ditempuh oleh pemerintah adalah menasionalisasikan seluruh asset industri migas di Indonesia agar bias menentukan harga minyak sendiri. Selain itu lagi lagi memperbaiki mental agar korupsi tidak terus membudaya di Indonesia juga harus segera dilakukan.  Sehingga masyarakat mampu mencapai kesejahteraanya. Menjadikan Indonesia kembali menjadi bangsa yang kaya bukan bangsa yang dieksploitasi.[]

0 komentar:

Posting Komentar