Rabu, 13 Februari 2013

Akibat Doktrinasi yg Parsial

Hahah, akhirnya gue menelan ludah gue sendiri untuk enggak ikut nyinyir, enggak ikutan jadi mainstream sama isu isu sekarang. Ah, dasarnya gejolak anak muda. Apa yang gak sesuai sama naluri dihantam begitu saja. Begitu juga gue. Belakangan ini banyak banget berdar movement movement yang berbau propaganda. -movement apa yg gak ber-propaganda- begoo! hehe. tapi yang ini maksud gue jadi lebih menjustice sesuatu secara sepihak.

Nah, awalnya gue enggak mau ikut berfikir keras dalam dunia ini. Kurang lebih setelah gue menghabiskan Teologi Pembebasanya Ali Syari'ati. Gue jadi lebih -okelah mungkin yg mainstream sekarang ini memang belum tuntas membaca buku- itu aja. simple sebenarnya. 

Tapi kesannya jadi meremehkan ya, maksud gue belum menuntaskan bacaannya adalah. Gue kira, mereka yg masih mainstream ini akhirnya terjebak sama pengertiannya yg masih parsial. Nah, salah salah malah jadi clekopan. yang ujungnya bisa dimanfaatkan oleh pihak pihak tertentu.

NAH, sekarang ini akhirnya gue malah nelen ludah gue sendiri. Gue terlanjur nyelekop di twitter ikutan ngomenin beberapa akun yang anti-liberal.

Oke, pemetaan kita mulai dari sini ya..

Liberal. Gue mencoba untuk tidak textbook dalam mengartikan liberal ini. Karena, salah salah jadinya malah klaim. Posisi nya disini anggaplah kita sama sama sebagai akademisi yang tidak mempunyai tendensius apapun dalam ber-ilmu. setidaknya itu hakikatnya keilmuan. Juga tidak sedang ditunggangi oleh kepentingan apapun.

See, 
Konsepsi liberal yang gue paham selama ini adalah sebuah tatanan politik sebuah negara. Ya, sesimple pancasila, sesimple monarki, sesimple demokrasi, sesimple komunis. Nah, setelah itu gue kembali memahami  liberal sebagai sebuah ideologi yang didalamnya tidak hanya tentang tatanan politik sebuah negara. Tapi juga, cara pandang, pola pikir dsb.

yang mainstream sekarang ini, ada anak kalimat diawal kata liberal ini. yang disematkan oleh beberapa orang ataupun kelompok. Islam Liberal katakan begitu. Jangan dikira, Katolik Liberal enggak ada loh.. ada juga.. cuma memang gue belum bisa nemu banyak sumber soal ini.

Nah, dari sini.. gue jadi berfikir. ke-liberal-an ini memang sebuah fase yang dilewati oleh fase sosial.
Gue lupa kata siapa.
Tapi begini siklusnya.
Kolonial-Fudamentalis-Kapitalis-Liberalis-Sosialis begitu kira kira fasenya mungkin juga ada beberapa yang terlewat.. yang intinya.. Liberalis, sosialis, kapitalis itu memang sebuah fase perkembangan sosial.

Berawal dari kajian fase tersebut. Kalo bisa dikatakan kita ini sekarang ada di posisi kapitalisme. JELAS SEKALI! Maka, fase selanjutnya liberalis memang pasti terjadi, atau sedang terjadi. ini adalah hasil dari ketidakpuasan manusia pada fase kapitalis ini. Masih terjebaknya manusia sosial pada dua cluster. Proletar dan Borjuis. (Des Kapital-Karl Marx) Istilah kata, siapa juga yg pingin hidupnya terus jadi proletar dan ditindas oleh kaum borjuis. 

Akhirnya konsep individualis, yang sangat diusung oleh Liberalisme ini memang gencar dilakukan. Dalam fase  konsep individualisme ini bukan sekedar orang menjadi egois dan individualis. Namun, perjuangan hak masing masing manusia menjadi grand tema isu besar liberalisme ini, yang nantinya juga beranjank pada fase sosialis.

(Aduh capek ngetiknya)

Seklumit pendapat gue diatas tadi bisa dipertajam kok lewat beberapa buku yg bagus buat dibaca. Semacam Teologi Pembebasan, PostKolonialisme-Gayatri Spivak, PostModerinisme-Gramsci, Atau mungkin teori teori sosial yg bisa membangun wacana seperti diatas. yg jelas rangkaian itu harus jelas. jangan lompat lompat. 

Memasuki inti tulisan ini adalah.
Sekarang inikan lagi menjamur ya isu soal Khilafah Islamiyah, Jaringan Islam Liberal, dan sejenisnya..

Nah, disini benang merahnya gue kira..
yg jadi mainstream sekarang ini ya ini.
yg sempet gue komentarin -yg dari awal gue nahan untuk enggak ikutan komentar- ya ini.
pertarungan antara dua kubu ini.
Simple aja sih : BEGO aja orang orang yg masih disibukan oleh pertentangan ini.
Apalagi yg ikut serta dalam movement ini pemuda muslim anak bangsa yang beragama islam para cendikiawan muda baik NU ataupun Muhammadiyah atau HTI sekalipun.

Mereka apa enggak sadar kalo lagi sama sama di tunggangi sama kepentingan kelompok?

Banyak banget sekarang akun akun bertebaran soal Anti-JIL, UI tanpa JIL, ITB tanpa JIL, UGM tanpa JIL, ada juga akun atop khilafah islamiayah.. dsb. lah.. yang sebenernya annoying banget dan merusak persatuan bangsa kita loh. serius ini!

Sekarang gini deh.. apa juga gitu kan salah JIL?
Mencampur adukan agama dengan liberal, dan sekular? ini udah pada selesai baca JIL belum? udah pada ikut diskusi JIL belum? 
Nah, yang ngaku anti khilafah dan sebagainya.. Udah pernah baca sejarah Wahabi belum? udah tau belum konsep Khilafah? Tau secara jelas enggak tuh soal Khilafah, Khalifah nabi dsb?

NAH, pertanyaan kemudian..
Udah pada sampe mana sih ngaji Riyadus Sholihinya? Jalalain? Ihya Ulumudin?
Mengaku bertuhan.. BerRABB, atau jangan jangan kita selama ini cuma terjebak sama doktrinasi kelompok?
Nah loh!

Bahkan bahasa arab aja itu punya cabang ilmu yg banyak.. Balagha, Nahwu , Shorof. itu aja deh.. pada sudah selesai belajar itu , lalu kemudian menafsirkan al-quran sekena'anya..

Kalau saya bilang Ulil Absar Abdalah tidak salah menafsirkan al-quran sesuai tafsrinya ya memang pantas.. 
Kalau saya juga bilang Hafidz Abdurahman tidak salah menafsirkan al-quran sesuai tafsirannya ya juga memang pantas.

Yang enggak pantas itu pemuda muslim yang terjebak pada doktrin doktrin ini. tanpa memverivikasinya lagi.

Kalau ngaku bertuhan.. berRabb satu.. kenapa kita sebagai pemuda muslim masih aja disibukan dengan urusan parsial kaya gini..

Kita ini kan akademisi. Mahasiswa, harusnya mampu mengintegrasi interkoneksikan Antara Ilmu Sosial, Ilmu agama, 

Untuk apa ilmu setinggi langit? Jilbab selebar gorden kalo kita masih belum bisa #TOLERANSI, memahami, dan mampu menerima segala perbedaan?

Harusnya kita sama sama mampu berfikir.. kita ini sedang dirundung banyak cobaan.. sebagai generasi muda mestinya kita ini bersatu, apalagi umat muslim..

Harusnya fikiran kita sama luasnya dengan dunia ini. Lagi-lagi bukan fikiran yg parsial.

Akhirnya tulisannnya gue menjustice juga kan.. ini sudah gue rem dengan segala tenaga..
Tapi, ini yang keluar..
ini yang bisa terluap..
semoga kita sama sama sadar wahai pemuda muslim. pemuda indonesia.

Mari membaca Alam, memaknai diri , dan melaksanakan kata kata.




Selasa, 12 Februari 2013

Empat Tahun Tanpa Perasaan

Mungkin memang benar. kita hidup di dunia ini mestinya melewati banyak hal, banyak bentuk. Hidup memang sudah seharusnya dinamis.

Aku masih ingin..
Terlalu banyak ingin..

Apa ia harus lama sendiri dulu baru bisa merasakan indahnya jatuh cinta? harus terluka dulu ?
ku rasa juga tidak..

Terakhir meledak ledak ketika kelas 2 SMA. dan itu sudah hampir 4 tahun yang lalu..
Berarti 4 tahun sudah lamanya aku berada pada kondisi benar benar FLAT.

Menghela nafas, lalu terdiam.
setiap kuulas lagi 4 tahun tanpa perasaan.
4 tahun tanpa bunga bunga.
4 tahun penuh dengan senyum -palsu-
4 tahun dengan... pergolakan diri yang tak kunjung usai.

Harsunya aku tak lagi disibukan dengan hal hal gak penting seperti ini.
Harusnya aku bisa melepaskan belenggu 4 tahun ini.
4 tahun disebut masa transisi ini terlalu lama.
dan..

ku sadari.. begitu pengecutnya aku.. tak segera hengkang dari masa transisi ini.

Minggu, 10 Februari 2013

Pentingnya OLAHRAGA

Betapa pentingnya olahraga..

Well, akhirnya mengawali tahun 2013 gue harus tepar. Untuk yang kesekian kalinya. Penyakitnya juga enggak beda jauh sama sebelum sebelumnya.. Tipes, Radang, Linu persendian, dan demam tinggi.
Complicated memang.
Semua berawal dari pola makan yang enggak bener, dan berhubung gue itu omnivora kelas rektor. Semua makanan seringkali gue lahap tanpa ada filter. Alhasil, perut gue yang sedari SMP menderita tukak lambung emang enggak bisa dimasukin sembarang makanan. dan.. 

"walaah.. this is it.. Tukak lambung saus radang ala chef mencreet queen.."

Nah, tanpa disadari juga, kegiatan yang super padat *sok sibuk membuat gue juga enggak aware sama badan yang mengirimkan sinyal kelelahan. Akhirnya di dalam kondisi perut yang tidak sehat, tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik. Kebanyakan minum es, dan... ngopi plus begadang di 2 minggu terakhir.. membuat gue positif tipes (again)

Haa... gue sampe capek sendiri sama yang namanya sakit.
Kata orang, sakit itu sama aja seperti penghapusan dosa..
dan kemudia gue jadi mikir.. Ya allah.. dosa gue sebanyak ini ya.. sampe jadi orang penyakitan kaya gini..
Otherside, temen gue juga ada yang pernah bilang. Kalau sakit itu gejala pikiran. Ya, ketika kita mikir sakit. tubuh merespon dengan cepat. Ketika kita mikir sehat, begitu juga sebaliknya.

Tapi, yang paling gue percaya adalah.. 2 tahun belakangan ini gue mulai jadi orang penyakitan.. Ini bisa jadi disebabkan oleh jarangnya gue olahraga sehingga menyebabkan daya tahan tubuh gue melemah. Selain itu, olahraga juga seharusnya bisa jadi sarana alternatif menghilangkan racun racun didalam tubuh.

Semenjak mem-pensiun-kan diri dari dunia per-basket-an, gue nyaris sama sekali tidak pernah olahraga lagi.. see.. akibatnya adalah.. Tubuh gue melemah, dan ya.. kaya sekarang ini, macem sinetron aja.. penyakitaaan muluu.. >,<

Intinya.. gue harus segera me-review- jadwal gue lagi dalam beberapa minggu kedepan. Ya, selain untuk recovery badan dari segala macem racun antibiotik yang ada ditubuh gue.. gue juga harus mulai membiasakan diri untuk olahraga lagi..

Ini hari ketiga gue tepar enggak bisa ngapa-ngapain..

ngeblog gini aja pusingnya udah enggak ketulungan...

Udah dulu ya.. gue mual.

Kamis, 07 Februari 2013

SEMANGAT 45 DI SEMESTER YANG BARU!

Akhirnya gue gagal lagi ya mengkodifikasi sebuah perjalanan atau kejadian yg ada di hidup gue, contohnya MERBABU. yah.. akhirnya perjalanan itu cuma selesai dalam bayang bayang kenangan. Sayang sih, tapi bagaimana lagi. Menceritakannya kembali juga jadi ada yg lupa.

Intinya, mengalami hampir mati adalah pengalaman yg luar biasa. Yang pengalamannya tidak bisa terbayarkan oleh apapun. Ketika ke-ikhlasan dan taubat menjadi ucapan setiap detik di waktu "hampir mati" kemarin di 1968 mdpl. Alhamdulilah.. Tuhan mungkin masih memberikan kesempatan untuk hambanya yang satu ini, yg paling nakal dan ngeyel, untuk terus ngeyel dan jadi hamba yg ngangenin.. Hahhaha..

Overall, yang mau gue bicarakan di edisi ngeblog kali ini adalah INKONSISTENSI gue dalam menjalankan sesuatu. Contoh aja ngeblog ini. Akhirnya, kadang semua tulisan mentah, belum selesai, dan gue selalu keburu bosen ketika nulis,

Nah, akibatnya adalah. Udah jutaan abad gue gak eksis nulis di koran lagi, sudah ada beberapa dosen yang care sama gue menanyakan kembali karya karya gue di koran. :') dan gue sangat terharu atas kepedulian mereka. Ternyata gue ada yg nunggu juga ya.. hahaha..

Nah, bentuk inkonsistensi gue yg kedua kadang juga berdampak pada fokusnya gue pada cita-cita masa depan. Akhirnya, kadang gue jadi luput.. sekarang sudah semster enam dan masih disibukan 22 sks. Ini MASALAH! Karena, di semester ini rencana gue mau ikut SEHAMA. eh.. malah masih disibukan dengan 22 sks. Ini masalah! otomatis, gue harus menunda satu semester hingga benar benar FREE.

Agenda terbesar dalam perjalanan akademik gue juga tentang beberapa fase soal masa depan -katakanlah tanggung jawab juga moral- memang sangat kompleks. Tapi ketiga hal ini yg kemudian akan menjadi titik tolak perjalanan gue..
1. PKL (Magang Profesi)
2. Sekolah Hak Asasi Manusia (SEHAMA - KonTraS)
3. KKN
4. Schollarship
5. Majalah ARENA.

dan yang terakhir dan paling yang harus difikirkan adalah SKRIPSI!

Sepertinya gue harus mulai bikin kalender akademik pribadi gue, biar semua sinkron, tepat waktu, beres semua.

Yeah..

Senin, 28 Januari 2013

Awal perjalanan ~

Wuuus.. wuuus.. wuuus...

Belum ada yang bisa ngalahin kencengnya angin di ketinggian 1968 mdpl. YUP! Maafkan saya yang agak sedikit telaat (telat banget!) menuliskan perjalanan nekat menuju merbabu minnggu kemarin. Tepatnya, tanggal 18 Januari 2013. Perjalanan yg akhirnya saya mengakui secara de facto perkataan Gie.

"Berbagi Waktu dengan Alam, Kau akan TAU, siapa dirimu.." lets sing a song..

Here we go.
18 Januari 2013~
Akhirnya perjalanan itu terjadi juga, setelah sekian minggu sibuk merencanakan pendakian ini. Jujur aja, ragu bukanya enggak mampir, karena terlalu banyak ragu nya daripada optimisnya akhirnya sudah gue tutup rapat rapat nih hati dan jalan pikir. Yg jelas, seminggu terakhir, yang ada dibenak adalah. Gue harus naik! Gue harus naik!

Oke, ketika ditanya niat apa yg mendasari perjalanan gue kemarin ke merbabu sebenernya klise sih.. Ketika gue ditanya itu, gue selalu copas jawaban para si pendaki ulung.
"Perjalanan spiritual men.." begitu kata gue dengan sedikit belagu. Padahal, dihati gue juga mikir.. Why I should climb?! why? why?
dan gue tidak menemukan jawaban pasti. Selalu dijawab.. "pokoknya naik dulu, pokoknya naik dulu.. entar gampang sampe atas baru nyari alesan" begitu kira kira tutur -gue- yg lain..

Reaksi enyak babeh??
Enggak usah ditanya lah.. KLISE SEKALI. Jelas mereka awalnya sangat shock! anak perempuan satu satunya yang sudah cukup membuat mereka jantungan bertahun tahun -karena punya anak cewe setengah gila kaya gue- mereka dengan lantang bersama bilang tidak. Hahaha.. Tapi namanya juga intan.. jangan panggil gue intan lah ketika keinginan gue enggak bisa gue wujudtin sendiri.

Seminggu sebelum keberangkatan gue, gue sibuk nyari alat perlengkapan naik gunung, logistik. Dengan sedikit bantuan mas-mas enggak begitu ganteng (karena, masnya macem boyband. tapi dia jaga toko adventure-jelas macem boyband salah masuk kelas sumo gitu-) akhirnya gue menemukan sandal bermerk R*I dengan harga LEBIH MURAH DARIPADA PUNYA FOLLY AKBAR! Yess!! Rp 110.000 sajalah..

Setelah itu.. gue expansi ke toko sebelah. "awul-awul" langganan .. keliling muter muter ndelesep ndlesep. akhirnya dapet satu jaket keren sekali..
Harganya cukup murah, Rp 35.000 saja.. dengan kualitas masih apik.

Dengan dua benda ini gue rasa cukup lah untuk menemani perjalanan gue di merbabu.. Sisa uang ngerampok kampus dan gajian terakhir, gue beliin makanan.

Setelah semua siap, gue pulang dengan berbagai tentengan kresek kanan-kiri dan sedikit lobbying cium cium dan meyakinkan enyak babeh bahwa gue akan turun lagi. akhirnya tiket turun juga dari babeh.. Ya, babeh sih sebenernya selalu oke oke aja sama yg gue lakuin.. Nah, tinggal tiket dri enyak yang agak ribet.

Hingga pukul 08.00 di pagi 18 januari 2013. Enyak belum ngeluarin tiket biar gue bisa berangkat naik ke merbabu.. Menunggu ditengah kegalauan dan sms pun terus berdering dari pasukan.

"Sampe mana tan?" Folly
"Dimana yank?" Ayoe
"Jadi berangkat dul? hati hati ya.. " mas mantan pacar yg baik hati.
"Kita udah kumpul nih" Juju.

Sembari beres beres dan sarapan.. enyak masih solat dhuha.. gue pun masih komat kamit doa sama allah supaya enyak ngijinin buat naik merbabu.

DAN..

"Mama udah berdoa sama allah, kalau memang perjalanan ini baik untuk mu, maka lancarkan ya allah.. apabila tidak, maka jagalah anak ku sampai dengan selamat. dan tunjukan jalan"

ARTINYA:

Gue salaman, dan cabut ngibrit menuju tim gue dengan perasaan LEGA 200 hektar..

Fiuuh..

Bentar yakk.. dilanjutin di page berikutnya. gue capek ngetiknya!



Selasa, 15 Januari 2013

Sepenggal Malam yang Mengalun..

...Sementara gelombang rindu, gelombang kasih sayang terus mengalir bagai gelombang samudra yg mengguncang pantai kehidupan. Kasih ini nyanyian cibta untuk mu. yg entah ada dimana kini. biar kau mengerti apa yg terjadi dalam hidupku...

...Kabut sunyi mulai merayap dihati. Bayangmu semakin sulit ku cari. Aku tak tahu harus berbuat apa, angin dan burung burung pun membisu. Ketika ku tanya, tentang mu, tentang getaran hatimu, tentang apa saja yang bertalian dengan jiwamu..

Dua bait diatas adalah sepenggal lagu indah punya iwan fals berjudul Untukmu Terkasih.

*menghela nafas*

Disudut kota ini, kota kecil ini, malam yang sunyi ini..
Masih begitu kuat rasa ini..

Aku tidak hendak mengeja malam, bukan pula hendak mengeja namamu..
Aku tak tau harus berbuat apa..
Lalu, ku tenggelamkan saja sendu ini bersama malam..
bersama kenangan..
bersama getaran jiwa..





Minggu, 06 Januari 2013

~

Hujan malam ini begitu rapat.
Keyakinan ini pun semakin kuat.
Mungkin aku memang masih begini..
maafkan aku yang masih

Entah berapa kata lagi yang sanggup menggambarkan rindu yang terlalu pekat ini..
entah 

Kau..

Terimakasih tak lelah menyayangiku..
Terimakasih sudah sudi setia berada disampingku..
Terimakasih tetap menggenggam erat tanganku..
Terimakasih masih mengiringi langkahku..

Maafkan aku yang tak mampu untuk memutuskan..
Maafkan aku yang terlalu takut kehilanganmu..
Maafkan aku yang ternyata tak mampu berdiri tegap tanpamu..

Aku tak tahu harus berapa ribu kata lagi yang mampu menggambarkan perasaan yang berkecamuk ini..

Kau..

Selamat Malam,